Tanggal 16 bulan sembilan. Malam hari. Bulan purnama mulai naik. Malam ini bulan tentu akan berbentuk lebih bundar daripada tanggal 15.
Sukong Ti-sing entah sudah berapa kali berjalan mondar-mandir di sepanjang pagar istana. Ia ingin menghitung berapa jumlah tiang pagar istana, tapi tidak berhasil juga, karena benaknya pun sibuk memikirkan Liok Siau-hong yang belum keluar juga dari istana. Mengapa kaisar menahannya? Menemani seekor harimau masih lebih aman daripada menemani kaisar. Bila berada di hadapan kaisar, orang tidak boleh sembarangan bicara, kalau tidak kepala pun bisa pindah dari sarangnya.
Minggu, 22 April 2012
Duel 12. Tewasnya Musuh Yang Amat Tangguh
Walaupun bulan yang bersinar terang mulai tenggelam di barat, tapi bentuknya malah tampak semakin bundar.
Bulan purnama seakan menggantung di atas wuwungan istana. Di atas wuwungan itu telah berkumpul banyak orang, tapi tidak terdengar suara sedikit pun.
Bulan purnama seakan menggantung di atas wuwungan istana. Di atas wuwungan itu telah berkumpul banyak orang, tapi tidak terdengar suara sedikit pun.
Duel 11. Penyelamatan Di Istana
Bulan sembilan tanggal 15, tengah malam.
Liok Siau-hong berjalan keluar dari balik pintu bercat hitam yang terkenal angker lantaran tulisan “Hukuman mati bagi siapa yang berani masuk ke sini”. Dengan menyusuri dinding istana, ia berjalan keluar Thay-ho-tian, ingin sekali ia pergi mencari sebuah tempat yang nyaman, damai dan tenang untuk beristirahat.
Liok Siau-hong berjalan keluar dari balik pintu bercat hitam yang terkenal angker lantaran tulisan “Hukuman mati bagi siapa yang berani masuk ke sini”. Dengan menyusuri dinding istana, ia berjalan keluar Thay-ho-tian, ingin sekali ia pergi mencari sebuah tempat yang nyaman, damai dan tenang untuk beristirahat.
Duel 10. Sabuk Sutera Yang Ketujuh
Tanggal 15 bulan sembilan, senja hari. Warna-warna sinar matahari terbenam yang spektakuler tampak memenuhi angkasa. Liok Siau-hong terbang keluar dari toko roti itu dan mulai melesat di sepanjang jalan raya yang tampak kemerah-merahan.
Duel 9. Sabuk2 Yang Membawa Masalah
Tanggal 15 bulan sembilan, siang hari. Sinar matahari tampak berkilauan saat menyinari kota itu. Liok Siau-hong berjalan keluar dari Jalan Ikan Mas dan mulai menelusuri jalan raya yang kuno tetapi tetap ramai itu. Walaupun ia tidak tidur malam sebelumnya, ia masih tampak penuh energi dan semangat.
Duel 8. Pertempuran Awal
Tanggal 15 bulan sembilan, pagi hari. Liok Siau-hong berjalan keluar dari sebuah pintu di sudut halaman belakang toko roti itu, berbelok keluar dari halaman, dan berjalan menelusuri jalan yang tertutup oleh kabut pagi. Walaupun ia tidak tidur malam sebelumnya, ia tidak lelah. Setelah mandi air dingin, ia merasa lebih segar dan bertenaga, seluruh tubuhnya bahkan lebih siap untuk menghadapi hari ini.
Duel 7. Penyelamatan Di Krematorium
Larut malam. Cahaya di aula tampak redup, membuat aula itu tampak lebih mirip kuburan. Udara malam di bulan sembilan seharusnya dingin dan menyegarkan, tapi di dalam sini, seperti membawa bau busuk yang luar biasa.
Langganan:
Postingan (Atom)