Selasa, 17 Juli 2012

Pend Riang 14


YAN JIT segera mengayunkan tangannya ke depan, tali yang sebetulnya digunakan untuk membelenggu kakinya itu mendadak meluncur ke depan bagaikan seekor ular berbisa, kemudian sekali menggulung, ke tujuh delapan macam hidangan yang terlempar ke udara itu sudah digulungnya.....

Sementara itu Kwik Tay lok juga sudah menyusup keluar dari dasar kolong meja.

Senin, 16 Juli 2012

Pend Riang 13


SEBILAH golok lengkung yang bersinar tajam, tahu tahu sudah kutung menjadi dua bagian dan... "Trang!" jatuh ke tanah.

Terjatuhnya persis di sisi badan si lelaki berlengan tunggal itu entah apa sebabnya tahu tahu sudah berlutut di atas tanah, berlutut di hadapan si nenek sambil bermandi keringat, tampaknya ia sedang berusaha keras untuk bangkit berdiri, tapi sayang sekalipun segenap tenaganya sudah dikerahkan, ia tetap belum berhasil untuk berdiri.

Pend Riang 12


Setelah menghela napas panjang, terusnya:

"Masa teori semacam ini tak dapat diduga oleh Kwik Tay lok?"

Yan Jit kembali tertawa dingin:

"Bahkan kau sendiripun dapat memikir-kannya, masa dia tak bisa berpikir sampai ke situ? Dia toh tidak lebih goblok dari siapapun."

Pend Riang 11


"WALAUPUN kita sudah beberapa hari tidak makan kenyang, tapi kita toh bisa bertahan sampai sekarang:"

"Siapapun tak bisa mengakui kalau tulang kita jauh lebih keras daripada tulang orang lain" kata Kwik Tay Lok sambil membusungkan dada.

"Yaa, makanya asal kita bisa bertahan terus suatu ketika kita pasti akan menjumpai kesempatan baik."

Pend Riang 10


KETIKA UCAPAN TERSEBUT Diutarakan keluar, semua orang menjadi terkejut, bahkan Kwik Tay lok pun tak tahan menjerit keras.

Lim Tay peng merasa sangat kecewa, serunya tertahan:

"Kakakmu? Mengapa ia lakukan perbuatan semacam ini?"

Bwe Ji lam menundukkan kepalanya rendah rendah, kemudian sahutnya:

"Setiap umat persilatan menganggap keluarga Bwe kami adalah keluarga persilatan, mereka mengira keluarga kami pasti kaya raya sebab kesosialan dan keroyalan kami selalu besar, sobat yang datang mencari kami, belum pernah kami mengecewakan dirinya!"

Pend Riang 9


WALAUPUN ia tidak melihat pedang orang berbaju hitam itu, tapi ia telah menemukan titik kelemahan di tubuh lawannya, bah­kan ia melihat dengan jelas sekali.
"Blaaamm !" suatu benturan keras ber­gema di udara, menyusul kemudian tubuh orang berbaju hitam itu mencelat ke bela­kang.

Pend Riang 8


KWIK TAY ‑ LOK MAUPUN YAN‑JIT men­jadi melongo dan tidak habis mengerti, hampir pada saat yang bersamaan mereka ber­tanya bersama:
"Kenapa ?"
"Sebab dia bisa menanakkan nasi untuk kita !"
Tentu saja kucing tak bisa membuat nasi, Kwik Tay‑lok merobek sebuah paha ayam dan dijejalkan ke dalam mulutnya, kemu­dian dikeluarkan lagi, serunya:
"Ayam ini masih panas !"